Ruginya jika Menganggur setelah Lulus Sekolah Pilot

Lulusan sekolah pilot banyak terancam menganggur. Hal ini dibuktikan dari sejumlah lulusan baik itu sekolah pilot negeri maupun swasta belum terserap penuh di lapangan kerja. Mirisnya, di beberapa maskapai penerbangan banyak yang mempekerjakan pilot asing sehingga peluang kerja yang ada menjadi semakin sedikit. Setiap airline tentu menginginkan para penerbang yang tangguh dan handal. Itulah sebabnya mereka tidak asal-asalan dalam merekrut tenaga kerja untuk mengemudikan pesawat dan mencapai tujuan. Untuk dapat bersaing di dunia kerja pilot wajib memiliki keahlian terbang yang maksimal, salah satunya dibentuk dari tempat pendidikan yang berkualitas. Dengan demikian harapan untuk menjadi pilot komersial di airline memungkinkan untuk diwujudkan. Lebih lanjut, ini ruginya kalau malah menganggur atau tidak kunjung mendapat pekerjaan setelah lulus sekolah pilot:

Biaya pendidikan sulit dikembalikan

Mahalnya biaya pendidikan sekolah pilot yang mencapai IDR 800 juta, kerap menjadi kendala orang-orang untuk menggapai impian menjadi seorang pilot. Kendatipun sekolah punya penawaran untuk mencicil, tentu masalah pembayaran akan tetap menjadi kewajiban dan harus dibayar di kemudian hari. Dengan status yang masih menganggur setelah lulus sekolah, bukan tidak mungkin akan kesulitan untuk mengembalikan biaya pendidikan yang telah terpakai. Meskipun sebelumnya sudah membayangkan alokasi dana untuk mengembalikan biaya pendidikan dari gaji yang nantinya diperoleh, namun tidak menutup kemungkinan tak berjalan sesuai harapan. Berbeda halnya jika karir sudah benar-benar mantap di maskapai penerbangan, bukan tidak mungkin biaya sekolah akan dapat terkembali selama beberapa tahun saja. Untuk itulah, soal biaya sekolah harus dipikirkan dengan betul agar pendidikan dapat ditekuni dengan bersunguh-sungguh dan bisa menjadi lulusan berkualitas serta mampu bersaing di dunia kerja.

Masa depan bisa jadi suram

Menganggur berarti belum dapat diterima sebagai salah satu tenaga kerja yang sesuai dengan kriteria airline. Kondisi demikian tentunya tidak dapat dipastikan masa depan akan cerah walaupun dulu sekolah pilot yang dijalani terkenal cukup bergengsi. Masa depan suram bukan suatu hal yang tidak mungkin, tapi bisa saja terjadi tatkala hilangnya semangat untuk terus mencari kerja. Tidak hanya sekolah pada umumnya, pendidikan di dunia penerbangan pun belum dapat dipastikan bakal memperoleh karir yang bagus terlebih kalau tempat belajar sudah tercemar nama baiknya. Alih-alih menjadi kaya setelah lulus sekolah, modal pendidikan pun masih sulit terkembalikan.

Keahlian terbang semakin cetek

Untuk dapat lulus dari sekolah penerbangan, siswa pilot diwajibkan memperoleh jam terbang sesuai dengan program yang diambil, apakah itu PPL, CPL, IR, atau MER. Semakin tinggi program sekolah maka jam terbangnya pun lebih lama, begitu pula pendidikan yang ditempuh. Saat melamar pekerjaan di maskapai penerbangan, pilot akan dites terlebih dahulu kemampuannya dalam menerbangkan pesawat, apakah sudah sesuai standar yang ditetapkan airline ataukah belum. Kelamaan menganggur setelah lulus sekolah bisa jadi keahlian jadi cetek karena tak terus diasah. Pastinya akan kesulitan mengikuti tes terbang untuk memperebutkan posisi di airline dan bukan tidak mungkin harus mengikuti pelatihan ulang. Ingat, ilmu apapun jika terus dilatih akan semakin lihai di dalamnya, sebaliknya kalau jarang dipraktekkan bukan tidak mungkin jadi kaku dan lama kelamaan hilang.

Betapa ruginya jika benar-benar menganggur setelah lulus sekolah pilot. Mengingat tingkat persaingan dalam dunia penerbangan semakin ketat, membuat para siswa harus belajar bersungguh-sungguh. Bila sudah menganggur, siapa yang rugi.